KIAT MENJAGA KESEHATAN MENTAL
KIAT MENJAGA KESEHATAN MENTAL
Awal
tahun 2020 ini umat manusia diseluruh dunia digoncang dengan pandemi Virus
Corona (Covid-19) yang membuat kepanikan dimana-mana. Ratusan ribu manusia
terinfeksi dan ribuan lainnya meninggal dunia. Untuk di Indonesia sendiri
pemerintah telah memberikan himbauan-himbauan kepada masyarakat dalam mengatasi
wabah ini agar berjalan efektif dan efisien. Tetapi pada kenyataannya masih
banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengindahkan himbauan ini.
WHO
WHO
Semenjak Januari 2020 telah menyatakan dunia masuk kedalam darurat global
terkait virus ini merupakan fenomena luar biasa yang terjadi di bumi pada abad
ke 21, yang skalanya mungkin dapat disamakan dengan Perang Dunia II, karena
event-event skala besar hampir seluruhnya ditunda bahkan dibatalkan.
Langkah-langkah telah dilakukan oleh pemerintah untuk dapat menyelesaikan kasus
luar biasa ini, salah satunya adalah dengan mensosialisasikan Gerakan Social
Distancing. Konsep ini menjelaskan bahwa untuk dapat mengurangi bahkan memutus
mata rantai infeksi Covid-19 seseorang harus menjaga jarak aman dengan manusia
lainnya minimal 2 meter, dan tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain
WHO
(world health organization) telah menetapkan wabah virus corona sebagai
pandemik global, termasuk di Indonesia sebagai salah satu negara paling
terpapar, dimana angka korban terus bertambah dengan penyebaran dan penularan
yang makin cepat dan meluas. Kasus pertama Virus Corona pertama kali di umumkan
langsung oleh Presiden Jokowi di Istana Presiden pada tanggal 2 Maret 2020
dengan adanya kasus dua orang yang terinfeksi. Perkembangan virus ini cukup
pesat sehingga kasus orang yang positif terinfeksi setiap hari semakin
bertambah, baik jumlahnya maupun daerah yang terdampak virus. Bermula dari
Jakarta sebagai episentrum atau pusat penyebaran hingga menyebar ke seluruh
provinsi di Indoesia atau sebanyak 34 provinsi. Indonesia sudah menerapkan
kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar di beberapa daerah yang padat
penduduk. Namun, angka yang terinfeksi masih meningkat. Masih banyaknya
masyarakat yang tidak mematuhi peraturan PSBB dinilai sebagai salah satu
penyebab. Dalam menangani kasus Covid-19 ini yang menjadi garda terdapat adalah
para dokter dan tenga medis, namun untuk mengatasi permasalahan yang terjadi
saat ini harus dari semua elemen di masyarkat termasuk para generasi muda.
PERAN GENERASI Z
Menurut
Hilda Lestari, semua warga negara Indonesia punya peran dan punya tugas dalam
membantu menghadapi Covid-19, begitu pula untuk generasi muda. Peran generasi
muda ini sangat besar, diharapkan para generasi muda bisa berperan sebagai
agent of change. Maka disinilah peran generasi muda, sebagai sosok yang muda,
yang dinamis, yang penuh energi, yang optimis, diharapkan untuk dapat menjadi
agen perubahan yang bergerak dan berusaha untuk bisa ikut membantu pemerintah
dalam memutus rantai penyebaran covid-19.
Salah
satunya dengan tetap dirumah (stay at home), menjaga jarak dan fisik serta
menggunakan masker dan sering cuci tangan dengan sabun atau bergabung sebagai
relawan Covid-19 baik secara swadaya maupun bergabung dengan BNPB. Menjadi
penggerak Social Distancing, Revolusi mental itu penting. Apapun hal itu harus
dimulai dari diri kita sendiri dan juga
memberikan edukasi kepada keluarga, teman-teman terdekat, menyampaikan kepada mereka
secara baik-baik bahwa Covid-19 ini bukan hal yang patut diremehkan. Dengan
menerapkan dan selalu mengingatkan orang-orang terdekat akan pentingnya social
distancing, maka senantiasa melindungi mereka dan ikut andil dalam mencegah
penyebaran virus ini. Dan dalam kondisi pandemi ini dimana arus lalu lintas
informasi begitu cepat dan sudah memasuki era 4.0 peran pemuda begitu penting
dalam penanganan Covid-19 ini.
Generasi
muda sudah beradaptasi dengan era teknologi digital ini diharapkan mampu
memberikan edukasi terhadap masyarakat terutama yang tertinggal informasi
tentang perkembangan kondisi Covid-19 maupun menangkal berita hoax yang mampu
memecah belah bangsa disaat seluruh elemen harus bersatu dan bergotong royong
dalam menghadapi masa pandemi. Inovasi - inovasi dari generasi muda juga sangat
diharapkan dalam percepatan penanganan Covid-19 terlebih lagi saat ini sudah
memasuki era new normal, semua kegiatan segala sektor harus menerapkan sistem
baru dengan mengadopsi pemanfaatan teknologi informasi dan penerapan protokol
kesehatan secara disiplin. Peran penting generasi muda ini lah yang harus
diarahkan dan diperkuat melalui semangat implementasi nilai - nilai pancasila
dalam mengemban amanah mulia ini, sehingga tercipta generasi muda yang memiliki
ideologi kebangsaan dan memiliki ilmu pengetahuan teknologi yang mumpuni.
Pemuda
diharapkan untuk menjadi agent of change, yaitu pihak yang mendorong terjadinya
transformasi dunia ini ke arah yang lebih baik melalui efektifitas, perbaikan
dan pengembangan. Melalui teknologi,
gencarkan, ajak dan galakan edukasi semasif mungkin. Menghimbau untuk sesering
mungkin tindakan-tindakan pencegahannya. Menjelaskan dan mengingatkan selalu
pentingnya stay at home. Menjadi relawan
bagi sekitar yang membutuhkan dukungan makanan dan obat dengan tetap menjaga
prinsip pembatasan sosial. Masih banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak
mematuhi himbauan dari pemerintah untuk menanggulangi pandemi virus corona ini,
diakibatkan oleh salah satu konsep di dalam psikologi yang dinamakan bias
kognitif. Bias kognitif adalah kesalahan sistematis dalam berpikir yang
memengaruhi keputusan dan penilaian yang dibuat seseorang. Untuk dapat
mengatasi bias kognitif ini langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh
masyarakat Indonesia adalah, tidak membuat keputusan dalam waktu yang mendesak,
hindari membuat keputusan ketika seseorang secara kognitif sedang melakukan
pekerjaan lebih dari satu, jangan
membuat keputusan pada malam hari jika seseorang adalah orang yang beraktivitas
atau bekerja yang dimulai pada pagi hari (begitupun sebaliknya); hati-hati
dalam mengambil keputusan saat sedang berbahagia, dan beripikir berdasarkan
data dan fakta. Selain itu untuk tetap menjaga mental yang sejahtera maka aspek-aspek
yang dapat dilakukan berkenaan dengan, pertama orang yang bahagia adalah orang
yang mengerti makna dalam hidupnya, kedua orang yang menjaga dirinya dalam
emosi yang positif, dan yang ketiga adalah orang yang terus mengasah diri
spiritualnya. Dalam masa pandemic sekarang ini, generasi Z adalah generasi yang
sangat dibutuhkan perannya untuk ikut andil dalam mengatasi segala
problematika, untuk berpikir kritis di setiap masalah. Lalu kalau bukan kita,
siapa lagi.
Haii pemuda Indonesia, jadilah
agent of change, jadilah pihak yang
mendorong terjadinya transformasi dunia ini ke arah yang lebih baik melalui
efektifitas, perbaikan dan pengembangan. Dalam masa
pandemic sekarang ini, generasi Z adalah generasi yang sangat dibutuhkan
perannya untuk ikut andil dalam mengatasi segala problematika, untuk berpikir
kritis di setiap masalah. Terimalah kekecewaan untuk kau pakai sebagai
pelajaran di kemudian hari. Lalu kalau bukan kita,
siapa lagi.
Referensi :
https://osc.medcom.id/community/peran-generasi-muda-di-masa-pandemi-covid-19-1075
Komentar
Posting Komentar